Mengenal lebih dekat dekorasi antik, vintage dan retro

January 7, 2020

Kita sering mendengar istilah dekorasi antik, vintage dan retro dimana persepsi kita dari tiga istilah tersebut adalah mendeskripsikan dekorasi dengan menggunakan benda-benda kuno atau lawas. Hal tersebut bisa dibenarkan namun sebenarnya dari ketiga istilah tersebut memiliki arti atau benda yang berbeda satu sama lain walaupun tidak ada pedoman yang baku untuk mendiskripsikan ketiga istilah tersebut.

Ada batasan umum untuk menjelaskan perbedaan antara dekorasi dengan konsep antik, vintage dan retro.

  1. Dekorasi Antik, Dekorasi yang didominasi oleh barang-barang sejarah yang sudah berumur diatas 100 tahun, umumnya pemilihan dekorasi antik disesuaikan dengan venue yang digunakan seperti museum, keraton atau bangunan sejarah dengan ditambahkan furniture dekorasi yang juga antik seperti meja, kursi serta vas-vas guci kuno sebagai pemanis.

2. Dekorasi Vintage, Konsep dekorasi Vintage umumnya didominasi dengan dengan desain tahun 1940 – 1970, pemilihan dekorasi vintage juga banyak didominasi dengan gaya di zamannya. Umumnya calon pengantin yang suka dengan konsep vintage lokasi yang digunakan adalah venue outdoor atau semi outdoor, bangunan dengan konsep vintage / bangunan kolonial dengan beberapa furniture yang disesuaikan dengan tema vintage yang ingin di tampilkan.

3. Dekorasi Retro, Jika dekorasi dengan tema antik atau vintage menggunakan furniture benda masa lalu, maka dekorasi retro menggunakan benda yang baru dibuat tetapi dengan desain zaman dulu, Selain itu, bisa dikatakan dekorasi bergaya retro jika mengacu pada gaya yang pernah populer di masa lalu kemudian diangkat kembali disaat ini. Seperti gaya dekorasi yang pernah populer di tahun 60-70-an, namun kini kembali dipopulerkan oleh pengantin yang mengingkinkan konsep pernikahan dengan gaya retro.

Semoga menginspirasi

teks : @taufikarmand

    Leave a comment

Total: